Minggu, 09 November 2014

Cara memperbaiki bor listrik , solder listrik , setrika listrik , blender listrik dan pompa air listrik

 

CARA MEMPERBAIKI BOR LISTRIK (ELECTRIC DRILL) - TIDAK BISA HIDUP (MATI TOTAL)

 


Suatu hari ketika sedang asyik nge-bor dengan Bor Listrik (Electric Drill) eeh ... tiba-tiba Bor nya mati, waduh bagaimana ini ? padahal pekerjaan membuat lemari belum selesai.  Bor pun Saya miringkan ke segala arah dengan asal-asalan sambil menekan saklar ON nya.  Tiba-tiba Bor nya hidup kembali ... horee ... maka Saya melanjutkan pekerjaan Saya.

Selang beberapa saat kemudian ... Bor mati kembali ... waduh ... waduh ... apa lagi sekarang ?  Maka Saya memutuskan untuk membuka Case Bor.  Saya perhatikan tidak ada yang aneh.  Hmm ... apanya ya yang rusak ?

Selanjutnya Saya melepaskan Sepatu Kabel yang diselipkan ke Sikat Arang (Carbon Brush).  Ada 2 buah Sikat Arang (Carbon Brush) yang masing-masing terhubung dengan kabel yang dilengkapi dengan Sepatu Kabel.

Masalah yang paling sering menyebabkan Bor tidak bisa hidup adalah hubungan yang tidak sempurna (kendur) antara Sepatu Kabel dengan Per Sikat Arang.  Hal ini dikarenakan Sepatu Kabel hanya diselipkan begitu saja ke Rumah Sikat Arang.

Namun yang terjadi pada Bor Saya rupanya sesuatu yang tidak biasa, karena Saya dapati Sepatu Kabelnya begitu kendur, sehingga kabelnya mudah terlepas.  Oh ... ini tho rupanya penyebabnya ... Padahal dalam kondisi normal, Sepatu Kabel akan kuat menjepit/mencengkeram kabel.  Hal Ini murni kesalahan dari Pabrik pembuat Bor.
Selanjutnya dengan menggunakan Tang, Saya memperkuat jepitan/cengkeraman Sepatu Kabel dan kemudian Sepatu Kabel Saya masukkan kembali ke Rumah Sikat Arang (Carbon Brush).
Ok, saatnya untuk melakukan pengujian dan hasilnya ... jreeng ... berjaya.  Bor Listrik Saya  hidup kembali.

 


CARA MEMPERBAIKI SOLDER LISTRIK


Seseorang yang sering berkecimpung di dunia elektronika tentu tidak terlepas dari kegiatan menyolder, karena hampir seluruh sambungan pada komponen elektronika menggunakan cara ini. Bagi kita yang memiliki hobi alat musik tentu saja akan terkait dengan kegiatan menyolder karena pada sebagian alat musik yang kita mainkan terdapat rangkaian alat elektronik yang suatu saat memerlukan perawatan ataupun perbaikan, hal itulah yang menyebabkan solder sangatlah penting untuk seorang pemilik alat musik.
Dengan memiliki solder maka kita tidak akan kesulitan bila suatu hari alat musik kita rusak pada perangkat alat elektroniknya, tetapi dengan berjalannya waktu maka sebuah solderpun akan mengalami kerusakan, penyebab dari kerusakan tersebut adalah karena faktor usia solder yang sudah lanjut atau seringnya solder terjatuh. untuk cara memperbaiki solder yang rusak marilah kita bahas bersama di bawah ini.

Kali ini yang akan Saya bahas adalah solder untuk alat elektronik yang umum digunakan. tahapan-tahapan memperbaikinya adalah:

  1. untuk dapat melihat bagian dalam solder nmaka kita harus membuka baud pada gagang solder, biasanya hanya terdapat dua atau satu buah baud saja, pisahkan badan solder sehingga menjadi dua bagian yaitu dengan cara mencongkel memakai obeng min sehingga gagang menjadi dua bagian,
  2. Setelah badan solder terbuka maka akan terlihat bagian-bagian solder yang ada di dalamnya seperti: kabel dan elemen, lepaskan kabel steker dari kabel elemen (biasanya kabel elemen berwarna putih, agak kaku dan tahan panas)
  3. untuk memastikan apakah kabel penghubungnya masih berfungsi atau tidak maka ukurlah masing-masing kabel steker memakai  AVO meter (R X 1kilo ohm), bila jarum AVO menunjukkan angka nol berarti kabel masih dalam keadaan baik/nyambung tetapi bila jarum AVO diam tidak bergerak berarti kabel tersebut putus, gantilah kabel yang rusak dengan yang baru.
  4. Selain kabel yang rusak, elemen pemanas solderpun bisa saja rusak, Cara pengukuran elemen sama dengan cara pengukuran pada kabel steker, pada elemen yang masih baik maka jarum AVO meter akan menunjuk pada angka 2 kilo ohm s/d 2,5 kilo ohm, sedangkan pada elemen yang sudah rusak maka jarum avo meter akan diam tidak bergerak.



CARA MEMPERBAIKI SOLDER LISTRIK


Beberapa kerusakan yang sering terjadi pada seterika listrik adalah seperti:
1. Setrika tidak bisa panas (mati total). Ini bisa jadi karena kabel atau saklar yang putus
2. Setrika tidak bisa panas secara maksimal (kurang panas). Bisa jadi karena elemen sudah mulai panas
3. Permukaan bawah setrika lengket. Kemungkinan terjadi korsleting pada saklar termostat
Cara Memperbaiki Setrika Listrik yang Rusak Mati Total
1. Buka rangka setrika mengunakan obeng + setelah terbuka ukur kabel setrika mengunakan multitester dengan posisi seperti saat mengukur resistor atau hambatan. Apabila jarum multitester berjalan pada setiap ujung terminal kabel maka kabel tersebut dalam kondisi baik. Apabila jarum tidak bergerak salah satu terminal ganti kabel tersebut.
2. Ukur elemen dengan multitester (langsung keterminalnya bukan melalui saklar otomatis termostatl) bila jarum bergerak dan menunjukan nilai tahanan tertentu maka elemen tersebut masih baik bila sebaliknya (jarum tidak bergerak) maka ganti elemen tersebut karena mengalami kerusakan.
3. Untuk memutuskan arus dan mengidupkan kembali setrika mengunakan saklar otomatis termostat. Saklar ini berkerja sesuai setelan pengaturan suhu dan akan memutus arus listrik setelah mendapatkan batas panas terentu. Ukur saklar dengan terlebih dahulu memutar setelan panas maksimal. Apabila jarum berjalan menandakan saklar otomatis masih berfungsi dan apabila tidak berjalan jarum multitester berarti saklar rusak atau kotor. Untuk langkah perbaikan adalah bersikan terminal saklar dan bila diperlukan ganti saklar termostat dengan yang baru.



 

CARA MEMPERBAIKI BLENDER LISTRIK

Blender termasuk alat yang vital buat ibu-ibu dirumah. Selain untuk membuat jus fungsi umumnya, ibu-ibu sering menggunakan blender untuk melumat cabe. Blender banyak jenis dan bentuknya.
Komponen dasar blender adalah dinamo atau motor listrik. Selain motor listrik sebagai komponen utamanya, blender juga di lengkapi dengan fuse (sekering) dan switching panel. Pada merek tertentu seperti miyako, blender ini dilengkapi dengan karbon (arang) dan Dioda 5A. Karbon ini berfungsi untuk mengatur kecepatan perputaran motor listrik.
Kerusakan blender umumnya sering terjadi pada fuse, switching panel atau karbon. Masalah motor listrik jarang mengalami kerusakan. Cara memperbaiki blender ini cukup mudah.
Cara memperbaiki blender ikuti langkah berikut:
1. Buka cassing blender
2. Cek steker dan kabel input, jika rusak ganti dengan yang baru
3. Cek Fuse blender
Fuse ini biasanya berukuran 250V 10A 113'C. Artinya fuse ini masih mampu bekerja optimal pada tegangan maksimal 250Volt dengan arus maksimal 10Ampere dan suhu maksimal 113 derjat Celcius.
4. Cek swicthing panel
5. Cek dioda pada switching panel
Dioda ini biasanya berukuran 5Ampere
6. Cek karbon (arang), jika karbon telah aus ganti dengan yang baru
Karbon ini terletak pada motor listrik blender
7. Periksa juga motor listrik blender
Walaupun motor listrik ini jarang mengalami kerusakan, tetapi periksa juga jika ada kawat emailnya yang putus sambung kembali.
8. Jika semuanya OK, pasang kembali cassing blender
Silahkan anda mencoba memperbaiki blendern Anda yang rusak.
SEMOGA BERHASIL , , ,

biggrin biggrinbiggrin

 

CARA MEMPERBAIKI POMPA AIR LISTRIK

Pompa Air Tidak Bisa Nyala

Hal pertama tidak nyalanya pompa air adalah tidak ada aliran listrik masuk pada motor listrik untuk itu hal yang pertama anda lakukan adalah
  1. Cek kabel listrik dari saluran sanyo ke saluran listrik. biasanya ada kabel yang kemungkinan putus untuk cara mengeceknya anda bisa menggunakan test pen atau menggunakan avo meter, alat ini sangat bermanfaat sekali untuk melihat aliran listrik.
  2. Untuk yang kedua biasanya kerusakan pada spul atau kumparan (lilitan tembaga) pada motor listrik bisa karena memang putus, terbakar-nya motor listrik, terjadi arus pendek atau sebab yang lain. tapi pada umumnya adalah putus, untuk cara ini kemungkinan besar anda tidak bisa service sendiri namun kalau anda ahli elektro anda bisa cek dari kumparan spul ini dengan cara melepas semua atau mengganti dengan spul baru. 
  3. Kalau pompa bisa nyala namun bersuara dengung dan air tidak mau keluar, ini hal lain lagi kemungkinan besar memang ada kerusakan pada spul listrik. untuk hal ini sebaiknya panggil service pompa.

Pompa Air Nyala Namun Tidak Mengeluarkan Air

Untuk hal ini biasanya kerusakan pada pipa sambungan air dari sumber air, nah bagaimana cara mengetahui bahwa pipa sambungan anda yang bocor? berikut ini cara cek pipa sanyo bocor:
  1. Silahkan buka pada tutup pancingan pada pompa air, dan pastikan apakah air masih penuh atau air berkurang. 
  2. Jika air masih penuh kemungkinan besar ada kesalahan pada sanyo, kesalahan ini kemungkinan karena klep sanyo yang sudah aus yang berada di leher hisap, anda bisa membuka leher hisap ini untuk memastikan bahwa klep dalam keadaan.
  3. untuk cara berikutnya dengan cek kondisi klep bawah atau klep yang berada di sumber air, namun sebelum ada memastikan karena klep ini ada dua yaitu klep yang berada di bawah dan ada klep di tengah, untuk itu pastikan bahwa klep anda di bawah atau di tengah. cara cek klep bongkar atau potong pipa kemudian lihat apakah klep masih bekerja baik atau tidak, kalau memang kurang baik sebaiknya anda ganti dengan yang baru.

Senin, 22 September 2014

proyeksi amerika dan eropa

Perbedaan Proyeksi Amerika dan Proyeksi Eropa

Di bawah ini ilustrasi yang menggambarkan perbedaan antara proyeksi Amerika dan Eropa dalam gambar teknik. Perlu diketahui bahwa proyeksi Amerika disebut juga proyeksi sudut ketiga/kwadran ketiga dan proyeksi Eropa disebut juga proyeksi Sudut pertama/kwadran pertama.
Dalam video berikut akan diterangkan secara gamblang, bagaimana cara membuat proyeksi amerika bagi anda yang mungkin masih bingung menggambar proyeksi gambar 3 dimensi ke gambar 2 dimensi ( karena dalam tulisan ini saya tidak akan menjelaskannya secara detil melainkan hanya menerangkan letak perbedaan penempatan gambar proyeksi pada gambar ):
Saya sengaja memberikan ilustrasi video dengan proyeksi amerika, karena proyeksi amerika adalah proyeksi yang paling masuk akal untuk dibayangkan. Nah! kalau kita telah mengetahui cara menyusun Gambar pada proyeksi amerika maka otomatis kitapun dapat menyusun gambar pada proyeksi Eropa dengan benar. Kenapa? karena ternyata peletakan posisi gambar pada proyeksi amerika hanya merupakan kebalikan dari proyeksi Eropa tanpa merubah isi gambar. Klo bingung lihat Ilustrasi gambar di bawah.
Ini adalah gambar benda kerja yang akan diproyeksi
Gambar 1
Dari gambar di atas
A merupakan pandangan dari depan
B merupakan pandangan dari kiri
C merupakan pandangan dari kanan
D merupakan pandangan dari atas
E merupakan pandangan dari bawah
Maka Susunan proyeksi Amerika dari gambar 1 tersebut seperti di bawah ini :
Proyeksi Amerika
Nah, jika Anda sudah memahami letak dan posisi proyeksi Amerika, maka dengan mudah anda akan mengetahui letak penempatan proyeksi Eropa dimana View C yang terletak di sebelah kanan tinggal ditukar dengan View B yang terletak di sebelah kiri, demikian pula Gambar View D yang berada di sebelah atas dipertukarkan dengan View E yang berada di bagian bawah. View A tetap pada posisi semula. Maka akan diperoleh gambar proyeksi Eropa sebagai berikut :
Proyeksi Eropa
Gimana, Mudahkan….
O..ya..nih satu hal yang penting untuk di taruh di etiket gambar, yakni lambang proyeksi Amerika dan Eropa supaya gak ketukar-tukar simbolnya.

macam macam penggaris teknik

> Menggunakan Berbagai Macam Penggaris

By :Taufiqullah Neutron (Masteropik)

Segitiga
Segitiga digunakan untuk menarik garis tegak, miring ataupun
sejajar. Bahan yang digunakan kebanyakan mika trasparan karena
ringan. Biasanya digunakan sepasang segitiga yaitu segitiga
dengan sudut 45o – 45o dan segitiga, dengan sudut 60o – 30o.


Cara menggunakan :
Sebelum segitiga atau alat jenis ini dipakai, sebaiknya diperiksa
dahulu dengan ketentuan kelayakannya sebagai berikut:
- tepi mistar (segitiga) harus rata
- harus benar-benar siku (90o )
Setelah diperiksa dan ternyata alat tersebut dalam keadaan baik,
maka segitiga tersebut dapat kita gunakan sesuai dengan fungsinya,
yaitu untuk membuat garis lurus atau membuat garis tegak lurus
yang harus diperhatikan dalam hal ini yaitu :
- arahkan pensil tegak lurus ( 90o ) terhadap segitiga
- miringkan pensil 80o kearah tarikan garis
- dalam menarik garis sambil pensilnya diputar


Mistar Gambar
Mistar gambar digunakan juga untuk menarik garis lurus dalam jarak
yang panjang. Mistar gambar (teken haak) biasanya terbuat dari
kayu atau mika. Tapi ada juga yang terbuat dari kayu dan mika.
Mistar gambar terdiri dari dua bagian yaitu bagian mistar yang
panjang dan bagian kepala mistar membentuk sudut 90o.


Waktu menggunakan mistar gambar, bagian kepala dari mistar
gambar harus dirapatkan pada sisi meja gambar secara dipegang
dengan tangan kiri. Tetapi bagi yang kidal harus mencari alternatif
lain yaitu mencari mistar gambar khusus.


Mistar gambar dipakai untuk membuat garis horizontal, dapat juga
untuk membuat sudut 30o, 45o, 60o atau 90o dengan pertolongan
segitiga. Setelah dipakai sebaiknya mistar digantungkan pada paku
agar tidak menjadi bengkok.

jenis pensil utk menggambar teknik

jenis pensil untuk menggambar teknik

Posted by ermi hermansyah 22.59, under | No comments
sediakan pensil dengan variasi kehitam - hitaman yang beragam, dari jenis pensil H, B, 2B, 3B, 4B, 5B, 6B, 7B, 8B, dan jenis EB jenis H adalah pensil dengan intensitas kehitaman paling rendah, sementara jenis EB adalah pensil dengan intensitas kehitaman yang paling tinggi. jenis - jenis kegunaannya dapat di lihat di bawah ini :





jenis jenis kertas utk menggambar teknik

jenis kertas untuk gambar teknik

Posted by ermi hermansyah 22.33, under | 1 comment
Kertas gambar yang sering digunakan (kertas putih, kertas kalkir). Ukuran kertas gambar dinormalisasi dengan seri A. Ukuran dasar seri A ini adalah A yaitu dengan luas 1 m2, sedangkan ukuran kertas lainnya dengan membagi luas A menjadi ukuran yang lebih kecil seperti terlihat pada tabel dan gambar berikut:

Ukuran Standar Kertas

A0 = 841mm x 1189mm
A1 = 594mm x 841mm
A2 = 420mm x 594mm
A3 = 297mm x 420mm
A4 = 210mm x 297mm
A5 = 148mm x 210mm


















Minggu, 14 September 2014

perintah pemrogaman visual basic 2

OPERATOR LOGIKA
Operator logika di guna in.. buat meng..hubungkan 2 buah Ungkapan kondisi menjadi 1 buah ungkapan kondisi.

1. AND , dan
2. OR , atau
3. NOT , tidak


PENCABANGAN
Dalam membuat program biasanya proses dilaku in.. dengan Berurutan,yaitu dari baris yang di atas sampai baris yang dibawah. Dengan mengguna..in proses pencabangan sebuah program dapat Kita kendali..in sesuai keperluan. Jadi enggak harus sesuai urutan baris yang ada, karena dengan Mengguna..in proses pencabangan baris dapat dilewat..in.

Pencabangan dapat di laku..in dengan beberapa cara yaitu :
Code:
a. If kondisi then
statement
End if
b. If kondisi then
Statement 1
Else
Statement 2
End if
c. If kondisi 1 then
Statement 1
ElseIf kondisi 2 then
Statement 2
End if
d. Select Case Kondisi
Case kondisi 1 : Statement 1
Case kondisi 2 : Statement 2
Case kondisi 3 : Statement 3
End Select


PENGULANGAN
Untuk menghindari penulisan yang sama secara berulang kali, Visual Basic mempunyai perintah / statement pengulangan.
Pengulangan dalam Visual Basic mengguna..in perintah :
Code:
a. Do While Ungkapan
Pernyataan – pernyataan ;
Loop
b. Do Until Ungkapan
Pernyataan – pernyataan ;
Loop
c. For Variable = Nilai Awal To Nilai akhir
Pernyataan – pernyataan ;
Next Variable

FUNGSI-FUNGSI VISUAL BASIC
Fungsi merupakan Sub Program atao bagian programYang dapat dipanggil berulang kali.Fungsi dapat menerima Suatu Nilai atao mengembalikan suatu Nilai, Fungsi dalam Visual Basic, seperti ini :

FUNGSI NUMERIK
Fungsi numerik berguna buat tipe data Numerik.
a. Abs(Angka) Menghasilkan nilai mutlak
b. Atn(Angka) Cari Nilai Arc Tangen
c. Cos(Angka) Cari Nilai Cosinus
d. Exp(Angka) Cari Nilai Logaritma
e. Int(Angka) Mengambil Bilangan Bulat
f. Len(Kata/Kalimat) Hitung panjang Karakter
g. Round(Digit didepan Membulatkan Nilai Desimal Dan Di belakang koma)
h. Sin(Angka) Cari nilai Sinus
i. Sqr(Angka) Cari nilai Akar Kuadrat
j. Tan(Angka) Cari nilai Tangen


FUNGSI STRING
a. Asc(Karakter) Rubah Karakter jadi Kode ASCII
b. Chr(Angka) Rubah Kode ASCII jadi Karakter
c. Lcase(Karakter) Rubah Huruf Besar jadi Huruf Kecil
d. Ucase(Karakter) Rubah Huruf Kecil jadi Huruf Besar
e. Len(Kata/Kalimat) Hitung panjang Karakter
f. Left(Karakter,Jumlah) Ambil sebagian Karakter dari Kiri
g. Right(Karakter,Jumlah) Ambil sebagian Karakter dari Kanan
h. Mid(Karakter,Posisi, Ambil sebagian Karakter dari Tengah Jumlah)
i. Ltrim(Karakter) Hilangkan Spasi di Kiri Kata/Kalimat
j. Rtrim(Karakter) Hilangkan Spasi di Kanan Kata/Kalimat
k. Str(Angka) Rubah Nilai Numerik jadi String
l. StrReverse(Kata/Kalimat) Membalikan Urutan Kata / Kalimat

Fungsi Tanggal dan Jam
a. Date Ambil tanggal dari komputer
b. Time Ambil waktu dari komputer
c. Now Ambil tanggal,waktu dari komputer
d. DateSerial(Tahun, Rubah Nilai Numerik jadi Tanggal Bulan,Tanggal)
e. TimeSerial(Jam, Rubah Nilai Numerik jadi Waktu Menit,Detik)
f. DateIff(Interval, Membandingkan 2 buah Tanggal1,Tanggal2)
g. Datepart(Interval, Ambil Tanggal,Bulan atao Tahun Tanggal) dari Tanggal.

INTERVAL
a. H Jam
b. D Tanggal
c. M Bulan
d. N Menit
e. S Detik
f. Y Hari dalam Tahun
g. W Hari dalam Minggu
h. YYYY Tahun dunks…

Fungsi Input Box
Fungsi Input Box adalah fungsi yang hasilkan kotak yang meminta Input.Input Box Nampil..in kotak dialog yang berisi kotak teks yang bisa di isi nilai tertentu yang berupa String. Sintax dari Input Box Seperti ini :

Code:
VariableString = InputBox(Pesan[ , Judul,Nilai,Posisi X,Posisi Y])

Contoh :
Pesan = InputBox(“Nama Programmer”)




 
Pesan = InputBox(“Nama Programmer”, “Piece Maker”)

Fungsi MsgBox

      MsgBox di guna..in buat nampil..in pesan yang nunggu Jawaban dari pemakai (User). Sintax dari MsgBox,seperti ini :
Code:
Variable Numerik = MsgBox(“Pesan”[ , Tombol, Icon, Judul])

Contoh..nya, seperti ini nih..:
Pesan = MsgBox(“Astalavista Baby")

perintah perintah pemrogaman visual basic

Perintah dasar vb-06

Memulai Visual Basic
Pertama harus ada Software Visual Basic dan sudah di instal di kompoter dunks.. Kalo belum ya.. instal dulu lah….
Kalo udah di instal,pilih program | Microsoft Visual Studio 6.0|microsoft Visual Basic 6.0
Setelah dipanggil Visual Basic, akan tampil kotak dialog New Project Visual Basic Pilih Standart EXE. Kemudian Klik tombol Open.

Komponen Kontrol
Visual Basic Banyak menyediakan komponen kontrol yang berguna untuk membuat elemen kontrol pada form.Kalo mau mengetahui nama dari komponen – komponen nya, letak in.. aja pointer mouse beberapa saat, pasti akan tampil nama komponen yang di ingin in.. seperti terlihat pada gambar di bawah ini :
1. Aq mau jelas in standart komponen di atas :
2. Pointer,di guna in buat milih komponen,
3. Picture Box,di guna in buat nampil in gambar,icon
4. Label, di guna in untuk buat text seperti judul dsb….
5. text Box, di guna in buat Entry – output data / mengubah teks,
6. Frame, di guna in buat bingkai,
7. Commond Botton, di guna in ya.. buat tombol
8. Check Box, di guna in buat kontrol pilihan,dimana kontrol ini Terpilih apabila diklik pada kotak tersebut.Antara satu Check Box ama Check Box yang laen.enggak saling berpengaruh (lebih dari 1 Check box boleh dipilih).
9. Check Box, di guna in buat kontrol pilihan,dimana kontrol ini Radio Botton, di guna in buat Kontrol pilihan,dimana kontrol ini dipilih apabila di klik pada kotak tersebut.Antara satu Radio Button ama radio button laen saling berpengaruh. (hanya ada 1 radio button yang dipilih).
10. Combo Box, di guna in buat kontrol Kombinasi Antara edit box ama list box.Pilihannya dengan cara menuliskan ato mengkliknya
11. List Box, di guna in buatnampil in.. daftar pilihan yang bisa dipilih. Pilihannya bisa 1 ato lebih
12. Horizontal Scroll Bar, di guna in buat penggulung tampilan secara Horizontal.
13. Vertical Scroll Bar, di guna in buatpenggulung tampilan secara vertical dunks.
14. Timer, di guna in buat Kontrol waktu.
15. Drive List Box, di guna in buat nampil in.. drive yang ada dikomputer.
16. Dir List Box, di guna in buat nampil in.. Direktori / folder.
17. File List Box, di guna in buat nampil in.. file – file.
18. Shape di guna in buat kotak,persegi panjang ato lingkaran
19. Line, di guna in buat Garis.
20. Image, di guna in buat gambar ato Icon.
21. Data, di guna in buat nge..hubung in.. data base ke form
22. OLE, di guna in buat nge..hubung in.. software laen ke form

Senin, 08 September 2014

pemprogaman dasar visual basic











BELAJAR VISUAL BASIC DASAR

Jumat, 15 Februari 2013

PENGENALAN VISUAL BASIC 6.0


Pertemuan 1

1.                   MENGENAL VISUAL BASIC 6.0

Visual Basic 6.0 merupakan salah satu bahasa pemrograman yang bekerja dalam Ms. Word. Karena merupakan bahasa pemograman maka di dalam nya berisi perintah-perintah atau intruksi yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu.
Beberapa kemampuan dari Visual Basic :
1.    Membuat program aplikasi berbasis Windows.
2.   Membuat obyek-obyek pembantu program. Misalnya file Help, kontrol ActiveX dan                       sebagainya.
3.   Menguji program dan menghasilkan program akhir berekstensi EXE yang langsung dapat                  dijalankan
1.                   Menjalankan Visual Basic
    Langkah untuk menjalankan VB:
a.       Klik tombol Start, kemudian arahkan pada pilihan All Programs.
b.        Arahkan mouse pada group Microsoft Visual Basic 6.0, kemudian klik pilihan Microsoft Visual Basic  6.0. Di layar akan terlihat kotak dilaog berikut:

                  
Gambar 1.1 Kotak Dialog New Project

c.       
Pada kotak dialog tersebut diatas, klik pilohan Standart EXE, kemudian klik tombol OPEN. Di layar akan terlihat lembar kerja Project dari Ms. VB 6.0
MenuBar

ProjectExplore

PropertiWindows
 
             Form Windows     
Gambar 1.2. Tampilan Ms. VB

2.        Mengenal Elemen Visual Basic

    2.1  Menu Bar

            Menu Bar pada VB ini terdiri dari beberapa pilihan yang berfungsi untuk melakukan tugas   dan kegiatan tertentu. Menu Bar tersebut terdiri dari File, Edit, View, Project, Format, Debug, Run, Query, Diagram, Tools, Add-Ins, Windows dan Help.
  

   2.2  Control Menu

            Control menu merupakan salah satu bagian dalam barisan judul (Title Bar) yang digunakan untuk memanipulasi jendela Visual Basic. Menu ini berada di pojok kiri atas jendela VB. Apabila anda klik pilih terlihat bebrapa pilihan, yaitu:

®  Restore      : digunakan untuk mengembalikan ukuran jendela ke dalam ukuran sebelumnya.
®  Move          : digunakan untuk memindahkan jendela sesuai dengan keinginan.
®  Size                        : digunakan untuk merubah ukuran jendela.
®  Minimize   : digunakan untuk mengecilkan ukuran jendela, sehingga aplikasi akan terparkir.
®  Maximize   : digunakan untuk memperbesar ukuran jendela dalam satu layar penuh.
®  Close                      : digunakan untuk mengakhiri/menutup jendela.
    2.3  Toolbar
                 Toolbar merupakan cara cepat di dalam menjalankan suatu perintah, karena tombol-tombol  yang berada dalam toolbar tersebut mewakili suatu perintah tertentu. Perintah yang digunakan untuk mengaktifkan atau menyembunyikan toolbar tersebut adalah dengan memilih menu View → Toolbars, kemudian klik salah satu toolbar yang diinginkan.
   2.4 Toolbox
            Toolbox merupakan salah satu fasilitas pada VB yang berisi beberapa obyek atau kontrol yang dibutuhkan dalam aplikasi yang di buat dan diletakkan dalam suatu form.

                       
Gambar 1.3 Toolbox
    2.5. Jendela Form
           
Jendela Form (Form Windows) merupakan jendela utama dalam bekerja dengan VB. Karena pada form inilah kita akam memubuat beberapa obyek, misalnya label atau text, gambar atau tombol-tombol perintah dan sebagainya. Semua obyek yang di tempatkan pada form akan dijalan kan atau di tampilakan pada layar window.


               
                Gambar  1.4  Tampilan awal Form

2.6.  Project Explorer

                        Project explorer merupakan salah satu jendela pada Visual Basic yang berisi semua file dalam aplikasi yang kita buat merupakan suatu Project yang akan berisi beberapa file, misal nya form, modul, class, dan sebagainya.

2.7. Jendela Properties

                        Properties berisi semua informasi tentang sifat dari sebuah obyek. Anda dapat menentukan propeties ini sesuai obyek. Properties tersebut antara lain, nam obyek, warna, ukuran, posisi dan lain sebagainya.

2.8. Form Layout

                        Form lauout adalah jendela yang menggambarkan posisi form dalam layar monitor. Dengan tampilan tersebut anda akan melihat posisi aplikasi yang anda buat saat dijalankan dalam layar monitor.

3 .        Menyimpan Project

      Langkah-langkah menyimpan aplikasi yang dibuat dengan VB sebagai berikut:
1.       Klik FileSave Project
2.       Tentukan folder dan nama file pada kotak dialog Save File As dari form yang disimpan, kemudian klik tombol Save.


1.       Tipe Data
Tipe
Keterangan
Integer
Tipe data numeric yang berupa bilangan bulat
Long
Tipe data numeric yang berupa bilangan bulat dengan range yang lebih besar
Single
Merupakan jenis data numerik
Double
Jenis data numeric dengan range nilai yang sangat besar
Currency
Jenis data yang digunakan untuk mrnyimpan data dalam bentuk nilai mata uang suatu negara
String
Tipe data yang memiliki nilai alfanumerik (angka,huruf, dan karakter khusus)
Byte
Tipe data berupa nilai bulat positif
Boolean
Tipe data dengan dua buah nilai yaitu True dan False.
Date
Jenis data yang digumakan untuk menyimpan tanggal dan jam.
Object
Jenis data untuk menyimpan obyek, misalnya form, control dll.
Variant
Jenis data yang berisi segala macam jenis data yang berbeda.
2.       Variabel
Variabel adalah suatu tempat dalam memori computer yang telah di beri nama dan berdifat sementara.
a.       Diawali dengan statemen Dim
Dim kependekan dari dimension yang merupakan pernyataan dari Visual Basic dalam pendeklarasian varisbel. Penulisan Dim dapat diletakkan dimana saja. Pada umumnya diletakkan di atas control form, yaitu pada bagian General.
b.      Nama Variabel
·         Diawali dengan karakter alphabet, tidak diawali dengan symbol atau angka
·         Maksimim 255 karakter, tetapi hanya 40 karakter pertama yang dianggap sebagai nama variable.
·         Tidak mengandung titik atau karakter khusus lainnya.
c.       Menentukan Jenis Variabel
Jenis variable haruslah sesuai dengan dengan data yang akan digunakan dalam program yang akan dibuat.
d.      Penulisan Pendeklarasian Variabel
Bentuk umum pendeklarasian variable dapat ditulis sebagai berikut:
Dim namavariabel As tipevariabel

Keterangan:
·         Dim                 : pernyataan untuk mendeklarasikan variable.
·         Namavariabel  : nama yang digunakan untuk menyimpan nilai.
·         Tipevariabel    : jenis variable yang tergantung kepada jenid data yang akan disimpan dalam variable tersebut.

Apabila variable bertipe Variant yaitu variable dengan jenis data bebas, maka penulisan pendeklarasian variable adalah:

Dim namavariabel As variant atau Dim nama variant
3.       Operator
Untuk melakukan perubahan dan manipulasi data, maka diperlukan operator-operator yang telah tersedia dalam Visual Basic. Operator-operator tersebut adalah:
a.       Operator penugasan (Assignment)
Operator ini dilambangkan dengan sama dengan (=) dan berfungsi untuk emasukkan data ke dalam suatu variable. Penulisan operator ini:
                        Variable = ekspresi
Contoh:
Jumlah=4
Harga=500
Tbayar=jumlah*Harga
No=No+1
b.      Operator Aritmatika
Operator ini digunakan untuk melakukan operasi aritmatika. Operator ini mempunyai hirarki paling tinggi dibandingkan dengan operator lain, misalnya operator perbandingan dan operator logika.
Operator
Keterangan
^
Pangkat
*atau /
Perkalian atau pembagian
+ atau -
Penjumlahan atau Pengurangan
& atau +
Penggabungan String


EVENT
Pada Form yang anda buat dapat dilengkapi dengan Event atau kejadian pada saat form tersebut

Ok yang pertama adalah kode program PENJUMLAHAN

PENJUMLAHAN

Private Sub Label2_Click()

End Sub

Private Sub CmdKeluar_Click()
End
End Sub

Private Sub CmdTambah_Click()
Dim a, b, c As Byte
a = Val(TxtA.Text)
b = Val(TxtB.Text)
c = a + b
TxtC.Text = Str(c)
End Sub


ketikkan kode program seperti gambar diatas yaaa...

lalu jalankan program dengan menekan tombol F5 pada Keyboard

Mengubah nama form dengan command button

Private Sub Cmddouble_Click()
Form1.Caption = "Jl.Iskandar Muda"
End Sub

 Pengurangan


Private Sub Label2_Click()
End Sub
Private Sub CmdKeluar_Click()
End
End Sub
Private Sub CmdTambah_Click()
Dim a, b, c As Byte
a = Val(TxtA.Text)
b = Val(TxtB.Text)
c = a + b
TxtC.Text = Str(c)
End Sub


Latihan Membuat Kalkulator

Private Sub Command1_Click()
Dim a, b, c As Double
a = Val(Text1.Text)
b = Val(Text2.Text)
c = a + b
Text3.Text = Str(c)
End Sub

Private Sub Command3_Click()
Dim a, b, c As Double
a = Val(Text1.Text)
b = Val(Text2.Text)
c = a - b
Text3.Text = Str(c)
End Sub

Private Sub Command4_Click()
Dim a, b, c As Double
a = Val(Text1.Text)
b = Val(Text2.Text)
c = a \ b
Text3.Text = Str(c)
End Sub

Private Sub Command5_Click()
Dim a, b, c As Double
a = Val(Text1.Text)
b = Val(Text2.Text)
c = a * b
Text3.Text = Str(c)
End Sub

Private Sub Command6_Click()
Dim a, b, c As Double
a = Val(Text1.Text)
b = Val(Text2.Text)
c = a ^ b
Text3.Text = Str(c)
End Sub

Private Sub Command7_Click()
End
End Sub

Private Sub Command8_Click()

End Sub

Belajar Tentang Variabel

Private Sub Label2_Click()

End Sub

Private Sub CmdKeluar_Click()
End
End Sub

Private Sub CmdTambah_Click()
Dim a, b, c As Byte
a = Val(TxtA.Text)
b = Val(TxtB.Text)
c = a + b
TxtC.Text = Str(c)
End Sub

Membuat Grafik

Dim r As Single

Private Sub Form_Load()
r = 100
End Sub

Private Sub Form_Paint()
Circle (1500, 1500), 1500
Circle (2500, 3500), 1500
Circle (3500, 1500), 1500
Circle (4500, 3500), 1500
Circle (5500, 1500), 1500
Circle (10000, 1500), 1000
Circle (10000, 3500), 1000
Circle (12000, 1500), 1000
Circle (12000, 3500), 1000
Circle (11000, 2500), 1000
End Sub

Private Sub pct1_paint()
pct1.Line (0, 0)-(3000, 3000)
pct1.Line (-10, 10)-(3000, 3000)
End Sub

Private Sub Timer1_Timer()
pct1.Circle (pct1.ScaleWidth / 2, pct1.ScaleHeight / 2), r
r = r + 50
If r > 1000 Then
r = 100
pct1.Cls
End If
End Sub

Private Sub Timer2_Timer()
pct1.Top = pct1.Top + 50
If pct1.Top > FrmGrafik.Height Then
pct1.Top = -pct1.Height
End If
End Sub

Private Sub Timer3_Timer()
pct1.Left = pct1.Left + 50
If pct1.Left > FrmGrafik.Height Then
pct1.Left = -pct1.Height
End If
End Sub

Belajar Membuat Print tulisan di FORM


Private Sub Cmddouble_Click()
Form1.Caption = "Jl.Iskandar Muda"
End Sub

Private Sub Form_Load()

End Sub

MEMBUAT GAME

Private Sub CmdAtas_Click()
Timer1.Enabled = True
CmdAtas.Enabled = False
CmdKiri.Enabled = True


End Sub

Private Sub CmdBawah_Click()
PctGambar.Top = PctGambar.Top + 30
End Sub

Private Sub CmdKanan_Click()
PctGambar.Left = PctGambar.Left + 30
End Sub

Private Sub CmdKiri_Click()
Timer1.Enabled = False
CmdAtas.Enabled = True
CmdKiri.Enabled = False
Timer2.Enabled = True


End Sub


Private Sub Form_Load()

End Sub

Private Sub Timer1_Timer()
PctGambar.Top = PctGambar.Top - 30
End Sub

Private Sub Timer2_Timer()
PctGambar.Left = PctGambar.Left - 50
End Sub

MEMBUAT PENENTUAN BEASISWA



Private Sub Label2_Click()

End Sub

Private Sub Cmdbeasiswa_Click()
Dim ip As Single
ip = Val(TxtIP.Text)
TxtKet.Text = "Tidak Dapat Beasiswa"
If (ip > 3) Then
TxtKet.Text = "Dapat Beasiswa"
End If
End Sub


Private Sub Cmdexit_Click()
End
End Sub

Private Sub TxtIP_Change()
Dim ip As Single
ip = Val(TxtIP.Text)
If (ip > 3) Then
TxtKet.Text = "Dapat Beasiswa"
End If
End Sub

MEMBUAT ZODIAK

Dim tanggal As Date
Dim tglLhr, blnLhr  As Integer
Dim panggil As String

Private Sub cmdbersih_Click()
Text1.Text = " "
lblZodiak.Caption = " "
End Sub

Private Sub cmdEnter_Click()
    tanggal = Me.DTPicker1.Value
    tglLhr = Day(tanggal)
    blnLhr = Month(tanggal)
   
    If (tglLhr >= 22 And blnLhr = 12) Or (tglLhr <= 20 And blnLhr = 1) Then
        zodiak = "Capricorn"
    ElseIf (tglLhr >= 21 And blnLhr = 1) Or (tglLhr <= 19 And blnLhr = 2) Then
        zodiak = "Aquarius"
    ElseIf (tglLhr >= 20 And blnLhr = 2) Or (tglLhr <= 20 And blnLhr = 3) Then
        zodiak = "Pisces"
    ElseIf (tglLhr >= 21 And blnLhr = 3) Or (tglLhr <= 19 And blnLhr = 4) Then
        zodiak = "Aries"
    ElseIf (tglLhr >= 20 And blnLhr = 4) Or (tglLhr <= 20 And blnLhr = 5) Then
        zodiak = "Taurus"
    ElseIf (tglLhr >= 21 And blnLhr = 5) Or (tglLhr <= 21 And blnLhr = 6) Then
        zodiak = "Gemini"
    ElseIf (tglLhr >= 22 And blnLhr = 6) Or (tglLhr <= 22 And blnLhr = 7) Then
        zodiak = "Cancer"
    ElseIf (tglLhr >= 23 And blnLhr = 7) Or (tglLhr <= 23 And blnLhr = 8) Then
        zodiak = "Leo"
    ElseIf (tglLhr >= 24 And blnLhr = 8) Or (tglLhr <= 22 And blnLhr = 9) Then
        zodiak = "Virgo"
    ElseIf (tglLhr >= 23 And blnLhr = 9) Or (tglLhr <= 23 And blnLhr = 10) Then
        zodiak = "Libra"
    ElseIf (tglLhr >= 24 And blnLhr = 10) Or (tglLhr <= 22 And blnLhr = 11) Then
        zodiak = "Scorpio"
    ElseIf (tglLhr >= 23 And blnLhr = 11) Or (tglLhr <= 21 And blnLhr = 12) Then
        zodiak = "Sagitarius"
    End If
    Me.lblZodiak.Caption = zodiak
   
End Sub